Anggaran bulanan rumah tangga dibuat dalam lima langkah: hitung pemasukan bersih, tulis pengeluaran tetap, perkirakan pengeluaran yang berubah-ubah, sisihkan tabungan, lalu beri batas pada tiap pos sampai jumlahnya sama dengan pemasukan.
Panduan ini mengikuti satu contoh keluarga dari awal sampai akhir, termasuk bulan pertama yang hampir pasti meleset.
Contoh yang dipakai: keluarga dengan satu anak usia sekolah. Suami bergaji bersih Rp5.500.000 dan istri Rp3.000.000, sehingga pemasukan bersihnya Rp8.500.000 per bulan. Semua angka adalah ilustrasi.
Yang perlu disiapkan
- Slip gaji atau catatan pemasukan bulan terakhir
- Mutasi rekening dan riwayat dompet digital selama satu bulan
- Daftar tagihan dan cicilan beserta tanggal jatuh temponya
- Waktu sekitar 30 menit. Kalau sudah menikah, kerjakan berdua.
Kalau kamu belum punya catatan pengeluaran sama sekali, mutasi rekening sebulan terakhir sudah cukup untuk mulai. Hasilnya belum akurat, tetapi akan membaik di bulan kedua.
Langkah 1: hitung pemasukan bersih
Tulis hanya uang yang benar-benar masuk ke rekening, sesudah semua potongan. Bonus dan lembur yang belum pasti jangan dimasukkan. Kalau nanti datang, perlakukan sebagai tambahan untuk tabungan.
Kalau penghasilan tidak tetap, pakai bulan terendah dalam tiga bulan terakhir sebagai dasar.
Keluarga contoh: Rp5.500.000 ditambah Rp3.000.000, yaitu Rp8.500.000.
Dalam contoh ini kedua gaji dijumlahkan supaya anggarannya menggambarkan satu rumah tangga. Kalau kalian memisahkan sebagian uang sebagai uang pribadi, tetap tulis jumlah seluruhnya di sini, lalu cantumkan uang pribadi sebagai salah satu pos pengeluaran.
Langkah 2: tulis pengeluaran tetap
Ini pos yang jumlahnya sama tiap bulan dan tidak bisa ditawar dalam jangka pendek.
| Pos | Jumlah |
|---|---|
| Kontrakan | Rp1.800.000 |
| Cicilan motor | Rp750.000 |
| Listrik, air, dan internet | Rp600.000 |
| Sekolah anak | Rp400.000 |
| Total | Rp3.550.000 |
Setelah pengeluaran tetap, tersisa Rp4.950.000 untuk semua hal lain.
Langkah 3: perkirakan pengeluaran yang berubah-ubah
Belanja dapur, transport, jajan, dan keperluan sosial berubah tiap bulan. Ambil angkanya dari mutasi bulan lalu, lalu bulatkan sedikit ke atas.
| Pos | Jumlah |
|---|---|
| Belanja dapur | Rp2.200.000 |
| Transport | Rp600.000 |
| Makan di luar dan jajan | Rp500.000 |
| Kebutuhan anak | Rp300.000 |
| Kondangan, arisan, dan sumbangan | Rp200.000 |
| Uang pribadi berdua | Rp300.000 |
| Total | Rp4.100.000 |
Orang cenderung menebak terlalu rendah di bagian ini, terutama untuk makan di luar dan belanja kecil. Kalau ragu, pakai angka yang lebih tinggi. Anggaran yang longgar tetapi dipatuhi lebih berguna daripada anggaran ketat yang jebol di minggu kedua.
Jangan lupa pengeluaran tahunan seperti pajak kendaraan, mudik, dan daftar ulang sekolah. Bagi dua belas, lalu masukkan sebagai pos bulanan.
Langkah 4: tabungan dulu, atau dari sisa?
Dulu. Tabungan yang menunggu sisa di akhir bulan hampir selalu tidak kebagian, karena pengeluaran akan mengisi ruang yang tersedia.
Perlakukan tabungan seperti tagihan: jumlahnya ditetapkan, lalu dipindahkan di hari gajian ke rekening atau kantong yang terpisah.
Keluarga contoh menetapkan Rp850.000, atau 10% dari pemasukan. Tidak ada angka yang wajib. Kalau keadaan sedang sempit, mulai dari jumlah yang pasti sanggup kamu pindahkan tiap bulan, lalu naikkan pelan-pelan.
Langkah 5: beri batas tiap pos sampai hasilnya nol
Sekarang jumlahkan semuanya.
| Bagian | Jumlah |
|---|---|
| Pengeluaran tetap | Rp3.550.000 |
| Pengeluaran berubah-ubah | Rp4.100.000 |
| Tabungan | Rp850.000 |
| Total | Rp8.500.000 |
Totalnya sama persis dengan pemasukan. Itulah tanda anggaran selesai. Tidak ada uang yang menganggur tanpa tugas.
Kalau totalmu lebih besar dari pemasukan, kurangi dengan urutan ini: makan di luar dan jajan, lalu belanja yang bisa ditunda, baru terakhir tabungan. Kalau totalnya lebih kecil, beri sisanya tugas, misalnya tambahan dana darurat.
Angka di tiap baris itu adalah batas. Batas baru berguna kalau kamu bisa melihat sisanya di tengah bulan. Di spreadsheet, kamu mengisi kolom terpakai dan melihat selisihnya. Di Mony by Candora, setiap batas menjadi anggaran per kategori, dan setiap kali kamu mencatat pengeluaran, anggaran itu menunjukkan berapa yang masih tersisa.
Bulan pertama pasti meleset, dan cara membetulkannya
Di akhir bulan pertama, keluarga contoh mendapati tiga hal:
- Belanja dapur terpakai Rp2.450.000, lewat Rp250.000.
- Makan di luar dan jajan terpakai Rp620.000, lewat Rp120.000.
- Transport hanya terpakai Rp480.000, sisa Rp120.000.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa kalian boros. Tanyakan dulu: apakah batasnya memang masuk akal? Kalau harga bahan makanan naik atau ada tamu menginap, batas Rp2.200.000 memang terlalu rendah.
Untuk bulan kedua, mereka menggeser angkanya. Belanja dapur dinaikkan Rp200.000 menjadi Rp2.400.000. Transport diturunkan Rp100.000 menjadi Rp500.000, dan uang pribadi diturunkan Rp100.000 menjadi Rp200.000. Kenaikan Rp200.000 tertutup oleh penurunan Rp200.000, sehingga totalnya tetap Rp8.500.000. Makan di luar dibiarkan di Rp500.000 dan dijadikan pos yang diawasi.
Setiap perubahan harus diimbangi di pos lain. Dengan begitu anggaran tetap jujur terhadap pemasukan.
Kalau di tengah bulan satu pos hampir habis, pindahkan dari pos lain secara sadar. Jangan diam-diam mengambil dari tabungan. Tiga bulan biasanya cukup sampai angkanya mulai stabil.
Tinjauannya tidak perlu lama. Lima belas menit sesudah gajian sudah cukup: lihat pos mana yang lewat, pos mana yang bersisa, lalu putuskan satu atau dua pergeseran untuk bulan berikutnya.
Contoh anggaran jadi
| Pos | Batas |
|---|---|
| Kontrakan | Rp1.800.000 |
| Cicilan motor | Rp750.000 |
| Listrik, air, dan internet | Rp600.000 |
| Sekolah anak | Rp400.000 |
| Belanja dapur | Rp2.400.000 |
| Transport | Rp500.000 |
| Makan di luar dan jajan | Rp500.000 |
| Kebutuhan anak | Rp300.000 |
| Kondangan, arisan, dan sumbangan | Rp200.000 |
| Uang pribadi berdua | Rp200.000 |
| Tabungan | Rp850.000 |
| Total | Rp8.500.000 |
Untuk membuat versimu sendiri, unduh template budgeting bulanan yang sudah berisi pos-pos umum rumah tangga, lalu ganti angkanya. Kalau butuh titik awal untuk persentasenya, pakai kalkulator 50/30/20.
Anggaran hanya bekerja kalau pengeluarannya dicatat. Kalau bagian itu yang selama ini membuatmu berhenti, baca cara mencatat pengeluaran harian yang tidak bikin malas. Kalau kalian berdua bekerja dan belum sepakat soal siapa membayar apa, lihat empat cara mengatur gaji suami istri.