Tidak ada satu cara yang benar untuk semua pasangan. Gaji suami istri bisa digabung seluruhnya, dipisah dengan pembagian tagihan, digabung sebagian lewat rekening bersama, atau dibagi proporsional menurut besar gaji.
Yang menentukan cocok atau tidaknya adalah selisih penghasilan kalian, kebiasaan belanja masing-masing, dan seberapa nyaman kalian terbuka soal uang.
Supaya mudah dibandingkan, semua contoh di bawah memakai pasangan yang sama: suami bergaji bersih Rp6.000.000, istri Rp4.000.000, dan pengeluaran bersama Rp6.000.000 per bulan untuk sewa, makan, tagihan, transport, dan tabungan bersama. Angkanya ilustrasi.
Cara 1: digabung semua
Kedua gaji masuk ke satu tempat, lalu semua pengeluaran dibayar dari sana.
Dari total Rp10.000.000, sebanyak Rp6.000.000 dipakai untuk pengeluaran bersama. Sisa Rp4.000.000 dibagi sesuai kesepakatan, misalnya Rp500.000 uang pribadi untuk masing-masing dan Rp3.000.000 untuk tabungan tujuan.
Kelebihan. Paling sederhana. Hanya ada satu angka yang perlu diperhatikan, dan tidak ada hitung-hitungan siapa menanggung lebih banyak.
Yang perlu diwaspadai. Tanpa uang pribadi yang jelas, setiap pembelian kecil bisa terasa harus minta izin. Karena itu, tetapkan jumlah yang boleh dipakai masing-masing tanpa perlu menjelaskan.
Cara 2: dipisah, tagihan dibagi
Masing-masing memegang gajinya sendiri. Pengeluaran bersama dibagi, entah sama rata atau per jenis tagihan.
Kalau dibagi sama rata, masing-masing menyetor Rp3.000.000. Setelah itu suami memegang sisa Rp3.000.000, sedangkan istri Rp1.000.000. Kalau dibagi per jenis, misalnya suami membayar sewa dan listrik sementara istri membayar belanja dapur, hasilnya bergantung pada besar tiap tagihan.
Kelebihan. Masing-masing merasa mandiri, dan tidak ada perdebatan soal belanja pribadi.
Yang perlu diwaspadai. Lihat angka di atas: beban yang sama rata terasa sangat berbeda bagi yang gajinya lebih kecil. Cara ini juga mudah membuat tabungan bersama tidak terurus, karena tidak ada yang merasa itu tugasnya.
Cara 3: rekening bersama ditambah uang pribadi
Masing-masing menyetor jumlah tertentu ke satu rekening atau kantong khusus pengeluaran bersama. Sisanya menjadi uang pribadi.
Dengan contoh yang sama, kalian sepakat rekening bersama perlu Rp6.000.000 per bulan. Besar setoran masing-masing ditentukan berdua: bisa sama rata seperti cara 2, bisa proporsional seperti cara 4.
Kelebihan. Pengeluaran rumah tangga terlihat jelas di satu tempat, sementara masing-masing tetap punya ruang sendiri. Banyak pasangan merasa ini jalan tengah yang paling nyaman.
Yang perlu diwaspadai. Perlu disiplin menyetor di hari gajian. Daftar apa saja yang dihitung sebagai pengeluaran bersama juga harus disepakati sejak awal, supaya tidak ada perdebatan apakah cicilan motor atau kiriman untuk orang tua termasuk di dalamnya.
Cara 4: proporsional menurut gaji
Setoran untuk pengeluaran bersama mengikuti perbandingan gaji. Hitungannya tiga langkah.
- Jumlahkan gaji. Rp6.000.000 ditambah Rp4.000.000 menjadi Rp10.000.000.
- Hitung porsi masing-masing. Suami 6 dari 10, yaitu 60%. Istri 4 dari 10, yaitu 40%.
- Kalikan dengan pengeluaran bersama. Suami menyetor 60% dari Rp6.000.000, yaitu Rp3.600.000. Istri menyetor 40%, yaitu Rp2.400.000.
| Suami (gaji Rp6.000.000) | Istri (gaji Rp4.000.000) | |
|---|---|---|
| Setoran bila sama rata | Rp3.000.000 | Rp3.000.000 |
| Sisa bila sama rata | Rp3.000.000 | Rp1.000.000 |
| Setoran bila proporsional | Rp3.600.000 | Rp2.400.000 |
| Sisa bila proporsional | Rp2.400.000 | Rp1.600.000 |
Dengan cara proporsional, keduanya sama-sama menyetor 60% dari gajinya dan sama-sama menyimpan 40%.
Kelebihan. Terasa adil ketika selisih gaji besar. Hitungannya juga mudah diulang kalau salah satu naik gaji.
Yang perlu diwaspadai. Adil secara angka belum tentu terasa adil kalau pekerjaan rumah dan pengasuhan anak tidak ikut dibicarakan. Uang hanya salah satu bentuk sumbangan untuk rumah tangga.
Perbandingan: cocok untuk siapa
| Cara | Cocok bila | Hal yang perlu dijaga |
|---|---|---|
| Digabung semua | Kalian terbiasa terbuka dan tujuan keuangannya sama | Uang pribadi yang jelas untuk masing-masing |
| Dipisah, tagihan dibagi | Gaji hampir sama dan keduanya ingin mandiri | Tabungan bersama tidak terlupa |
| Rekening bersama dan uang pribadi | Ingin jelas, tetapi tetap punya ruang sendiri | Disiplin menyetor dan daftar pengeluaran bersama |
| Proporsional menurut gaji | Selisih gaji cukup besar | Hitung ulang saat gaji berubah |
Cara-cara ini boleh dicampur. Banyak pasangan memakai rekening bersama dengan setoran proporsional, yaitu gabungan cara 3 dan cara 4.
Kalau masih ragu, coba satu cara selama tiga bulan, lalu tinjau bersama. Cara mengatur uang boleh berubah ketika keadaan berubah, misalnya saat salah satu berganti pekerjaan atau ketika anak lahir.
Kalau hanya satu yang bekerja
Pertanyaannya bergeser dari “siapa menyetor berapa” menjadi “bagaimana uang ini dikelola berdua”. Dua hal yang sering terlupa:
- Uang belanja bukan uang pribadi. Uang untuk dapur dan keperluan rumah adalah pengeluaran rumah tangga. Pasangan yang mengelola rumah tetap perlu uang pribadi yang disepakati, sama seperti yang bekerja.
- Keduanya tahu gambaran utuhnya. Berapa pemasukan, berapa cicilan, dan berapa tabungan. Ketika hanya satu orang yang tahu, yang lain tidak bisa ikut memutuskan dan akan kesulitan kalau terjadi sesuatu.
Yang perlu disepakati, apa pun caranya
- Daftar pengeluaran bersama. Tulis satu per satu. Template budgeting bulanan bisa menjadi titik awal.
- Uang pribadi. Jumlahnya, dan kesepakatan bahwa pemakaiannya tidak perlu dilaporkan.
- Batas belanja besar. Misalnya, pembelian di atas Rp500.000 dibicarakan dulu.
- Utang dan tanggungan keluarga. Cicilan yang dibawa sebelum menikah dan kiriman untuk orang tua dibuka sejak awal.
- Jadwal meninjau. Sebulan sekali, cukup 20 menit, sesudah gajian.
Rapat bulanan itu jauh lebih mudah kalau ada satu catatan pengeluaran yang rapi untuk dilihat bersama. Catatannya bisa berupa spreadsheet, bisa juga aplikasi seperti Mony by Candora. Perlu kami sebut terus terang: Mony saat ini belum punya fitur berbagi catatan antara suami dan istri. Fitur itu kami rencanakan, tetapi belum dibuat dan belum ada tanggalnya.
Kalau kalian baru mulai menyusun anggaran berdua, lanjutkan ke cara membuat anggaran bulanan rumah tangga. Di sana satu contoh keluarga diikuti dari awal sampai akhir.