Mengatur gaji

Cara mengatur gaji 5 juta: lajang, menikah, dan punya anak

Gaji Rp5.000.000 bisa diatur dengan memberi setiap rupiah tugas sejak hari gajian: tempat tinggal dan makan lebih dulu, tabungan langsung dipindahkan, dan sisanya dibagi ke pos yang jumlahnya dibatasi.

Besar tiap pos sangat bergantung pada keadaanmu. Karena itu, panduan ini memberi tiga contoh: lajang yang ngekos, menikah tanpa anak, dan menikah dengan satu anak.

Semua angka di bawah adalah contoh untuk dihitung ulang, bukan patokan. Harga sewa dan makan berbeda jauh antarkota, dan hanya kamu yang tahu angkamu sendiri.

Ringkasan tiga skenario

Pembagian gaji bersih Rp5.000.000 untuk tiga keadaan
KelompokLajang ngekosMenikah, belum punya anakMenikah, satu anak
KebutuhanRp3.350.000Rp4.300.000Rp4.600.000
Keinginan dan sosialRp800.000Rp300.000Rp150.000
Tabungan dan cadanganRp850.000Rp400.000Rp250.000
TotalRp5.000.000Rp5.000.000Rp5.000.000

Lajang, ngekos

Contoh pembagian untuk lajang yang ngekos
PosJumlah
Sewa kosRp1.300.000
MakanRp1.200.000
TransportRp400.000
Pulsa dan internetRp150.000
Kebutuhan pribadi dan laundryRp200.000
Kiriman untuk orang tuaRp100.000
TabunganRp750.000
Hiburan dan jajanRp700.000
Kondangan dan patunganRp100.000
Cadangan tak terdugaRp100.000
TotalRp5.000.000

Makan Rp1.200.000 berarti sekitar Rp40.000 per hari. Itu cukup kalau sebagian besar makan di warung atau masak sendiri, dan cepat jebol kalau sering memesan lewat aplikasi.

Pada tahap ini ruang menabungmu paling longgar. Rp750.000 per bulan menjadi Rp9.000.000 dalam setahun. Kalau kamu mengirim uang untuk orang tua dalam jumlah yang lebih besar, ambil dari pos hiburan dan jajan lebih dulu, baru dari tabungan.

Menikah, belum punya anak

Contoh ini memakai satu penghasilan. Kalau kalian berdua bekerja, baca juga gaji suami istri digabung atau dipisah.

Contoh pembagian untuk pasangan tanpa anak dengan satu penghasilan
PosJumlah
KontrakanRp1.500.000
Belanja dapur dan makanRp1.500.000
Listrik, air, gas, dan galonRp350.000
TransportRp450.000
Pulsa dan internetRp200.000
Kiriman untuk orang tuaRp300.000
TabunganRp400.000
Uang pribadi berduaRp200.000
Kondangan dan arisanRp100.000
TotalRp5.000.000

Makan untuk dua orang tidak otomatis dua kali lipat, karena memasak untuk berdua lebih hemat per porsi. Yang naik justru tempat tinggal dan tagihan rumah.

Uang pribadi Rp100.000 per orang memang kecil. Tetap sediakan. Pos kecil yang boleh dipakai tanpa perlu menjelaskan mencegah banyak pertengkaran.

Menikah, satu anak

Contoh pembagian untuk keluarga dengan satu anak dan satu penghasilan
PosJumlah
KontrakanRp1.400.000
Belanja dapur dan makanRp1.600.000
Kebutuhan anakRp600.000
Listrik, air, gas, dan galonRp350.000
TransportRp400.000
Pulsa dan internetRp150.000
KesehatanRp100.000
TabunganRp250.000
Kondangan dan tak terdugaRp150.000
TotalRp5.000.000

Ini sempit, dan sebaiknya diakui apa adanya. Kebutuhan memakan Rp4.600.000, tabungan tinggal Rp250.000, dan hampir tidak ada ruang untuk hiburan. Satu kejadian tak terduga, misalnya motor rusak atau anak sakit, bisa menghabiskan tabungan beberapa bulan.

Di keadaan seperti ini, mengatur dengan rapi tetap membantu, tetapi ada batasnya. Yang biasanya paling berpengaruh adalah menurunkan biaya tempat tinggal, misalnya pindah ke kontrakan yang lebih murah atau lebih dekat ke tempat kerja, atau menambah pemasukan kedua.

Yang dilakukan di hari gajian

Pembagian di atas kertas baru berguna kalau dijalankan di hari uangnya masuk. Urutan ini cukup 15 menit:

  1. Pindahkan tabungan. Lakukan paling awal, ke rekening atau kantong yang terpisah dari uang harian.
  2. Bayar yang tetap. Sewa, cicilan, uang sekolah, dan kiriman untuk orang tua. Sesudah ini kamu tahu persis berapa yang tersisa untuk sebulan.
  3. Sisihkan untuk tagihan yang datang belakangan. Listrik, air, dan internet biasanya jatuh tempo di tengah bulan. Pisahkan uangnya sekarang supaya tidak ikut terpakai.
  4. Bagi sisanya per minggu. Uang makan Rp1.500.000 lebih mudah dijaga sebagai Rp375.000 per minggu daripada satu angka besar untuk sebulan.

Kalau di minggu ketiga uang mingguan sudah habis, kamu langsung tahu, dan masih ada waktu untuk menyesuaikan. Tanpa pembagian mingguan, biasanya baru ketahuan beberapa hari sebelum gajian.

Kota besar dan kota kecil: pos mana yang berubah

  • Tempat tinggal. Selisih terbesar ada di sini. Sewa yang lebih murah langsung memberi ruang untuk tabungan.
  • Transport. Di kota besar, jarak dan kemacetan membuat pos ini naik. Tinggal dekat tempat kerja sering lebih hemat walaupun sewanya sedikit lebih mahal.
  • Makan. Harga bahan mentah tidak banyak berbeda. Yang jauh berbeda adalah harga makan di luar.
  • Sosial. Di kota kecil dan di kampung halaman, kondangan dan sumbangan bisa lebih sering datang.

Jadi jangan menyalin persentase dari contoh mana pun, termasuk yang ada di halaman ini. Ganti angka sewa dan transport dengan angkamu sendiri, lalu sesuaikan pos lain supaya totalnya tetap Rp5.000.000.

Pos yang sering terlupa

  • Pajak dan servis kendaraan
  • Hari raya, mudik, dan hadiah
  • Uang pangkal atau daftar ulang sekolah
  • Biaya admin bank, biaya transfer, dan ongkos kirim
  • Langganan yang diperpanjang otomatis
  • Sumbangan mendadak di lingkungan atau kantor

Pengeluaran tahunan paling aman dibagi dua belas, lalu disisihkan tiap bulan. Pajak kendaraan Rp360.000 setahun berarti Rp30.000 sebulan. Jumlah itu jauh lebih ringan daripada mencarinya sekaligus di bulan jatuh tempo.

Ubah angkanya sendiri

  1. Mulai dari persentase kasar. Kalkulator 50/30/20 juga punya pilihan 60/20/20 dan 70/20/10, yang lebih masuk akal untuk dua contoh terakhir.
  2. Tulis per pos. Salin salah satu tabel di atas ke template budgeting bulanan, lalu ganti angkanya.
  3. Uji selama sebulan. Catat pengeluaran yang sebenarnya, lalu bandingkan dengan rencana. Hampir pasti ada pos yang meleset, dan itu bahan untuk bulan berikutnya.

Kalau kamu memilih mencatat di aplikasi, pembagian di atas bisa disalin menjadi anggaran per kategori di Mony by Candora. Sisa tiap pos terlihat setiap kali kamu mencatat. Caranya ada di panduan mencatat pengeluaran harian.